/page/2

Wening Ayu Murtiasih (24)

Gue percaya bahwa: gue selalu lebih beruntung dari orang lain; ada seseorang yang pantas buat gue dan memenuhi ekspektasi gue; gue punya antena yang selalu bikin gue waspada terhadap orang yang nggak suka sama gue ataupun sebaliknya; kelak gue akan bisa jadi seperti apa yang gue impikan, seberat dan sesusah apapun.

Saya percaya Wening adalah salah satu orang paling orisinil di dunia.

Arie Putra (23)

Cuma dua yang gue percaya: Tuhan dan senyum perempuan.

Adalah teman kampus yang, di tengah-tengah pembicaraan tentang sistem pendidikan yang tidak memuaskan, tiba-tiba melontarkan pertanyaan, “Kapan ya kehidupan bermula?”. Cuma punya dua tipe wicara: serius banget dan nyampah banget.

Afra Suci Ramadhan (23)

Gue percaya kalau:
  1. Tuhan itu britpop
  2. Cinta itu ada
  3. Bersyukur itu segalanya
  4. Warna biru tosca bagus dipadankan dengan apa saja
  5. Ayam goreng kalasan berkah adalah ayam goreng terenak sejagat raya
  6. Nabi Muhammad itu manusia biasa
  7. Nggak ada orang yang nggak bisa berenang, yang ada cuma orang takut tenggelam
  8. Semua orang punya niat baik
  9. Nasi nggak bikin kenyang
  10. Kapitalisme itu diharamkan 

Afra adalah bukti hidup dan berjalan atas kesahihan hukum universal: Seorang random saling tarik-menarik dengan orang-orang random lainnya.

Shintiya Avesena (22)

Gue percaya orang baik masih jauuuuuuuh lebih banyak daripada orang jahat walaupun berita di TV lebih sering ngebahas orang jahat. (Dan) gue percaya seseorang bisa mencintai beberapa orang sekaligus tanpa mengurangi kadar cinta untuk orang yang lainnya. 

Seorang teman pernah berkata bahwa Shintiya adalah jenis manusia yang mengumpulkan semua sifat dalam dirinya (“You either love her or hate her.”). Rasanya belum ada deskripsi lain yang lebih oke dari itu. :)

“Anda percaya ada kebetulan di dunia ini, mademoiselle? 
Dan jika kebetulan-kebetulan itu terlalu banyak dan cocok satu sama lain, Anda percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?”
- Jacques Cherer,
dalam Manjali dan Cakrabirawa (Utami, 2010: 16-17)

“Anda percaya ada kebetulan di dunia ini, mademoiselle

Dan jika kebetulan-kebetulan itu terlalu banyak dan cocok satu sama lain, Anda percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?”

- Jacques Cherer,

dalam Manjali dan Cakrabirawa (Utami, 2010: 16-17)

Chandraditya Kusuma (20)

Tuhan, gue, orangtua, kakak gue, manusia itu subyektif, sama good/shit happens and life goes on… sampe mati. Udah.

Junior dan teman di kampus. Exceptionally sagacious. 

(Lagi) rebel tapi (selalu) melankolis. (Minta dibilang) ganteng.

Fathiya Fadila (16)

Saya percaya bahwa tidak ada manusia yang benar benar sempurna. Saya percaya setiap manusia itu punya kekurangan dan kelebihan masing masing, karena saya percaya Tuhan itu adil.

Saya percaya bahwa segala hal yang kita lihat dengan mata tidak seperti apa yang mata kita lihat, karena saya percaya bahwa kita tidak harus melihat segala hal dengan mata.

Dan kalimat-kalimat ini keluar dari remaja multitalenta yang dahulunya sering ngomong sendiri di depan cermin dan memukuli sepupunya dengan sapu lidi!

#@%~$?! (**)

Saya percaya sama kata kakak perempuan saya, “nggak tau kenapa gue ngerasa yakin lo jadi nikahnya sama mantan lo itu deh.”

Laki-laki. Tidak mau disebut nama dan usianya. Anda tertarik membelikannya buku berjudul The Secret atau Mestakung? Silakan kontak saya. Segera.

Rae Mandela Nasman (23)

Aku percaya semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Pilihannya mau menjadikan solusi sebagai drama atau tepat dan cepat.

Aku percaya semua partai politik yang ngeluarin uang banyak pasti bakal meraup uang yang banyak pula saat mereka duduk di jabatan nanti.

Aku percaya pernikahan itu terdiri dari dua orang yang saling mengampuni.

Aku percaya orang kaya itu bisa dinilai dari kehitaman kakinya.  

Adalah orang yang bisa mengeluarkan hal-hal terbaik dan terburuk dari dirimu. Partner-in-crime sejati.

Sarani Pitor Pakan (20)

Gue percaya mati itu pembebasan, oleh karenanya gue percaya hidup itu semacam penjara. Tapi gue juga percaya penjara itu punya taman yang sangat indah dan luas. Hal-hal tersebut bikin gue percaya takdir, nasib, dan mimpi.

Junior di kampus dengan selera baca yang antik. Satu lagi manusia yang mendapat inspirasi dari McCandless-nya Into the Wildmudah-mudahan tanpa akhir yang sama klise & tragisnya. 

Firman Suryani (23)

Gue sih percaya sama diri gue sendiri.

Mantan kakak kelas di SMA. Teman satu angkatan di kampus. Kalau lihat dia, anda jadi tahu persis apa arti “why so serious?”-nya Joker. Co-founder The Dangkals—antilah terhadap overthinking dengan cara nongkrong di dekat selokan!

“I believe in everything until it’s disproved.”
- John Lennon

“I believe in everything until it’s disproved.”

- John Lennon

Revita Maharani (20)

Gue percaya takdir karena menurut gue takdir itu konstruksi Tuhan yang nyata dan paling bisa dirasain.

Junior di kampus. Cantik, pintar, dan super-terorganisir. Kaget waktu lihat koleksi Post-It dan spidol di tasnya. 

Esti Ambarini (21)

I believe in the religion I choose, humanity, possibilities, and first love (though not necessarily love at first sight).

Adalah contoh nyata makhluk hidup yang terlalu eksesif mendengarkan Bon Iver. Juara dalam membuat slogan, umpatan, dan makian. Sudah pasti jadi pemeran utama dalam film berjudul “I am Overthinking This” (kalau ada).

Rizki Yuli Adriyan (22)

 Gue percaya manusia adalah selalu jadi serigala bagi sesamanya.

Teman kuliah. Manusia generasi Y tulen!

Wening Ayu Murtiasih (24)

Gue percaya bahwa: gue selalu lebih beruntung dari orang lain; ada seseorang yang pantas buat gue dan memenuhi ekspektasi gue; gue punya antena yang selalu bikin gue waspada terhadap orang yang nggak suka sama gue ataupun sebaliknya; kelak gue akan bisa jadi seperti apa yang gue impikan, seberat dan sesusah apapun.

Saya percaya Wening adalah salah satu orang paling orisinil di dunia.

Arie Putra (23)

Cuma dua yang gue percaya: Tuhan dan senyum perempuan.

Adalah teman kampus yang, di tengah-tengah pembicaraan tentang sistem pendidikan yang tidak memuaskan, tiba-tiba melontarkan pertanyaan, “Kapan ya kehidupan bermula?”. Cuma punya dua tipe wicara: serius banget dan nyampah banget.

Afra Suci Ramadhan (23)

Gue percaya kalau:
  1. Tuhan itu britpop
  2. Cinta itu ada
  3. Bersyukur itu segalanya
  4. Warna biru tosca bagus dipadankan dengan apa saja
  5. Ayam goreng kalasan berkah adalah ayam goreng terenak sejagat raya
  6. Nabi Muhammad itu manusia biasa
  7. Nggak ada orang yang nggak bisa berenang, yang ada cuma orang takut tenggelam
  8. Semua orang punya niat baik
  9. Nasi nggak bikin kenyang
  10. Kapitalisme itu diharamkan 

Afra adalah bukti hidup dan berjalan atas kesahihan hukum universal: Seorang random saling tarik-menarik dengan orang-orang random lainnya.

Shintiya Avesena (22)

Gue percaya orang baik masih jauuuuuuuh lebih banyak daripada orang jahat walaupun berita di TV lebih sering ngebahas orang jahat. (Dan) gue percaya seseorang bisa mencintai beberapa orang sekaligus tanpa mengurangi kadar cinta untuk orang yang lainnya. 

Seorang teman pernah berkata bahwa Shintiya adalah jenis manusia yang mengumpulkan semua sifat dalam dirinya (“You either love her or hate her.”). Rasanya belum ada deskripsi lain yang lebih oke dari itu. :)

“Anda percaya ada kebetulan di dunia ini, mademoiselle? 
Dan jika kebetulan-kebetulan itu terlalu banyak dan cocok satu sama lain, Anda percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?”
- Jacques Cherer,
dalam Manjali dan Cakrabirawa (Utami, 2010: 16-17)

“Anda percaya ada kebetulan di dunia ini, mademoiselle

Dan jika kebetulan-kebetulan itu terlalu banyak dan cocok satu sama lain, Anda percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?”

- Jacques Cherer,

dalam Manjali dan Cakrabirawa (Utami, 2010: 16-17)

Chandraditya Kusuma (20)

Tuhan, gue, orangtua, kakak gue, manusia itu subyektif, sama good/shit happens and life goes on… sampe mati. Udah.

Junior dan teman di kampus. Exceptionally sagacious. 

(Lagi) rebel tapi (selalu) melankolis. (Minta dibilang) ganteng.

Fathiya Fadila (16)

Saya percaya bahwa tidak ada manusia yang benar benar sempurna. Saya percaya setiap manusia itu punya kekurangan dan kelebihan masing masing, karena saya percaya Tuhan itu adil.

Saya percaya bahwa segala hal yang kita lihat dengan mata tidak seperti apa yang mata kita lihat, karena saya percaya bahwa kita tidak harus melihat segala hal dengan mata.

Dan kalimat-kalimat ini keluar dari remaja multitalenta yang dahulunya sering ngomong sendiri di depan cermin dan memukuli sepupunya dengan sapu lidi!

#@%~$?! (**)

Saya percaya sama kata kakak perempuan saya, “nggak tau kenapa gue ngerasa yakin lo jadi nikahnya sama mantan lo itu deh.”

Laki-laki. Tidak mau disebut nama dan usianya. Anda tertarik membelikannya buku berjudul The Secret atau Mestakung? Silakan kontak saya. Segera.

Rae Mandela Nasman (23)

Aku percaya semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Pilihannya mau menjadikan solusi sebagai drama atau tepat dan cepat.

Aku percaya semua partai politik yang ngeluarin uang banyak pasti bakal meraup uang yang banyak pula saat mereka duduk di jabatan nanti.

Aku percaya pernikahan itu terdiri dari dua orang yang saling mengampuni.

Aku percaya orang kaya itu bisa dinilai dari kehitaman kakinya.  

Adalah orang yang bisa mengeluarkan hal-hal terbaik dan terburuk dari dirimu. Partner-in-crime sejati.

Sarani Pitor Pakan (20)

Gue percaya mati itu pembebasan, oleh karenanya gue percaya hidup itu semacam penjara. Tapi gue juga percaya penjara itu punya taman yang sangat indah dan luas. Hal-hal tersebut bikin gue percaya takdir, nasib, dan mimpi.

Junior di kampus dengan selera baca yang antik. Satu lagi manusia yang mendapat inspirasi dari McCandless-nya Into the Wildmudah-mudahan tanpa akhir yang sama klise & tragisnya. 

Firman Suryani (23)

Gue sih percaya sama diri gue sendiri.

Mantan kakak kelas di SMA. Teman satu angkatan di kampus. Kalau lihat dia, anda jadi tahu persis apa arti “why so serious?”-nya Joker. Co-founder The Dangkals—antilah terhadap overthinking dengan cara nongkrong di dekat selokan!

“I believe in everything until it’s disproved.”
- John Lennon

“I believe in everything until it’s disproved.”

- John Lennon

Revita Maharani (20)

Gue percaya takdir karena menurut gue takdir itu konstruksi Tuhan yang nyata dan paling bisa dirasain.

Junior di kampus. Cantik, pintar, dan super-terorganisir. Kaget waktu lihat koleksi Post-It dan spidol di tasnya. 

Esti Ambarini (21)

I believe in the religion I choose, humanity, possibilities, and first love (though not necessarily love at first sight).

Adalah contoh nyata makhluk hidup yang terlalu eksesif mendengarkan Bon Iver. Juara dalam membuat slogan, umpatan, dan makian. Sudah pasti jadi pemeran utama dalam film berjudul “I am Overthinking This” (kalau ada).

Rizki Yuli Adriyan (22)

 Gue percaya manusia adalah selalu jadi serigala bagi sesamanya.

Teman kuliah. Manusia generasi Y tulen!

Wening Ayu Murtiasih (24)
Arie Putra (23)
Afra Suci Ramadhan (23)
Shintiya Avesena (22)
Chandraditya Kusuma (20)
Fathiya Fadila (16)
#@%~$?! (**)
Rae Mandela Nasman (23)
Sarani Pitor Pakan (20)
Firman Suryani (23)
Revita Maharani (20)
Esti Ambarini (21)
Rizki Yuli Adriyan (22)

About:

Dokumentasi dari jawaban atas pertanyaan: Apa sih yang (masih) lo percaya?

cosmicumentary@gmail.com

Following: